Wahai Ibu Sertailah Semangatmu dengan Ilmu

dari www.muslimah.or.id

Penulis: Ummu Ayyub
Muroja'ah: Ustadz Subhan Lc.

Anak kecil adalah makhluk yang penuh rasa ingin tahu namun sering kali orang tua merasa sulit untuk menjelaskan padanya tentang sesuatu yang tidak bisa dia lihat. Hal ini sering kali membuat orang tua menjadi kebingungan ketika si kecil bertanya "Allah itu dimana dan seperti apa?"

Sebuah majalah berusaha mengupas masalah ini dengan memuat "kreativitas" orang tua untuk menjelaskan hal ini pada anak-anak mereka. Jawaban yang ada antara lain:
"Allah itu ada di langit, tepatnya langit ke tujuh… dst…"
"Allah ada di mana-mana. Allah ada di hati kita, ada di jantung kita,… dst…"
"Allah ada di arsy sana. Tahukah kalian kalau arsy adalah langit ke tujuh?… dst…"

Maha suci Allah dari persangkaan bahwa Dia bercampur dengan makhluk. Allah dekat dengan kita tapi Allah tinggi dan tidak bercampur dengan makhluk. Allah bersemayam di atas Arsy (Arsy bukan langit ke tujuh!!!), tidak bercampur dengan hati manusia, jantung manusia ataupun dengan langit karena semua itu adalah makhluk.

Permasalahan ini telah dijelaskan oleh para ulama. Untuk pembahasan lebih dalam, kita bisa merujuk pada kitab-kitab mereka.

Tidak Sekedar Semangat
Sunguh mulia niatan kita untuk mengenalkan Allah subhanahu wa ta'ala pada anak-anak kita sejak mereka masih kecil. Memang seperti itulah seharusnya sebagai seorang pendidik. Namun demikian tidak cukup dengan sekedar semangat karena jika sekedar semangat, bisa jadi yang kita ajarkan ternyata hanyalah prasangka-prasangka kita, tidak tahu apakah benar atau tidak. Padahal standar kebenaran bukanlah prasangka. Bisa jadi menurut kita benar tetapi tenyat bukan itu kebenaran.

Lalu bagaimana kita tahu benar atau salah? Jawabannya tentu dengan ilmu karena dengan ilmu maka bisa dibedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang sunnah dan mana yang bid'ah, mana yang halal dan mana yang haram. Jangan sampai kita menjadi seorang muslim yang salah sangka karena kebodohan kita. Yang benar kita sangka salah, yang salah justru kita sangka benar. Hidayah kita sangka kesesatan dan kesesatan justru kita sangka hidayah.

Tak Cukup Dengan Yang Umum-Umum Saja
Sesunguhnya kebanyakan dari mengetahui namun pengilmuannya secara umum saja. Kita tahu bahwa dosa itu buruk tapi kita tidak tahu apa saja yang termasuk dosa melainkan sekedar menurut persangkaan kita dan anggapan masyarakat. Kita tahu bahwa syirik adalah dosa yang paling besar namun tidak tahu amalan dan keyakinan apa yang termasuk di dalamnya. Kita tahu bahwa Al Quran adalah petunjuk tapi kita tidak tahu perkara apa yang ditunjukkan oleh Al Quran.

Seperti kasus di atas, kita tahu bahwa kita harus mengenalkan Allah pada anak-anak kita tapi kita tidak tahu terhadap apa yang harus kita kenalkan. Maka beginilah hasilnya jika tanpa ilmu, yang kita ajarkan hanyalah bualan-bualan kita dan prasangka-prasangka kita. Bahkan tentang Allah subhanahu wa ta'ala kita berani ceplas-ceplos berbicara tanpa pijakan. Maka pengetahuan secara umum saja tidak cukup, bahkan nyaris tidak mendatangkan manfaat apa-apa.

Berpayah-Payah Tapi Tak Sampai Tujuan
Sungguh merugi keadaan orang yang bersemangat melakukan kebaikan tapi tidak berbekal dengan ilmu. Seorang ibu hendak mengajarkan pada anaknya tentang kebaikan tapi dia tidak tahu apa itu kebaikan. Dia berpayah-payah menanamkan kebiasaan berdoa sebelum makan. Bahkan dengan telaten dia menuntun dan menemani anaknya berdoa setiap sebelum makan. Akhirnya yang dia ajarkan berhasil. Setiap hendak makan otomatis anaknya berdoa "Allahumma baariklanaa fii maa rozaktanaa wa qinaa 'adzabannaar". Si ibu merasa senang karena merasa telah berhasil, padahal jika memang benar Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam yang hendak dia contoh maka dia telah tertipu. Yang Rasulullah ajarkan untuk dibaca sebelum makan adalah "bismillah". Lalu siapa yang hendak dicontoh? Rasulullah atau yang lain?

Berbekal Dengan Ilmu
Tidak terlambat! Maka mulai dari sekarang mari kita bekali diri kita dengan ilmu. Jangan mau menjadi seorang muslim yang salah sangka! Merasa telah berbuat sebaik-baiknya di dunia tapi ternyata amalan kita sia-sia.

Allah subhanahu wata’ala berfirman yang artinya: "Katakanlah, apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya." (QS. Al Kahfi: 103-104)

Alhamdulillah sekarang sangat mudah untuk mendapatkan ilmu bagi orang-orang yang mau mencari. Majelis ilmu ada di mana-mana, buku-buku telah banyak yang diterjemahkan, situs-situs Islam sangat mudah untuk diakses. Lalu apa lagi yang menghalangi kita? Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang terhalangi dari ilmu karena kemalasan atau karena kesombongan.

Wahai para ibu!Wahai para calon ibu! Sungguh mulia niatan kita untuk peduli dengan urusan dien anak-anak kita di saat banyak yang acuh terhadapnya dan merasa cukup dengan dunia. Namun demikian tidak cukup dengan sekedar semangat. Penuhi kantung-kantung perbekalan dengan ilmu! Apa yang mau kita ajarkan pada anak-anak kita kalau kita tidak punya apa-apa? Wallahu a'lam.

21 comments:

Dear Diary said...

Wahai para ibu!Wahai para calon ibu! Sungguh mulia niatan kita untuk peduli dengan urusan dien anak-anak kita di saat banyak yang acuh terhadapnya dan merasa cukup dengan dunia. Namun demikian tidak cukup dengan sekedar semangat. >> aku suka banget kata2 ini.. :)

atiek said...

seorang ibu harus lah bisa menjaga anak anak nya agar menjadi sehat dan cerdas sungguh mulia tugasnya

susan said...

gampang gampang susah menjadi ibu tp memang mulia pengorbanan beliau ..akupun akan melakukan yg terbaik bagi keluargaku apalagi sbg ibu yg selalu menjaga anak anaknya

cynthia said...

iya sbg ibu dgn ilmu pengetahuan akan selalu memberikan asupan makanan dan pola makan yg benar kpd anakku agar menjadi anak yg sehat

debby said...

jadi ibu tu selain harus mendidik supaya jadi anak yg baik dan berguna juga harus menjaga kesehatannya dr makanan dan minuman yg akan dikonsumsi sampai kebersihannya juga....

livina said...

sejak punya anak sendiri baru ngerti pengorbanan mama kita dulu bagaimana, merawat, menjaga, mendidik anak supaya tumbuh dgn sehat dan pintar.....makanya sekarang ke anak kita harus cermat menjaga apalagi ttg makanan dan minuman yg skrg banyak bahan" kimianya....

Maria said...

Iya..heheh..mengurus anak memang gak gampang yah.
tapi untungnya teknologi sudah maju, jadi bisa mencari tau dengan sekali klik.
gak kebayang deh ortu2 jaman dulu...ribetnya kayak apa y

agnes said...

yap.. emang sih .. gampang2 susah jadi ibu.. :)
tapi kalau liat anak sehat dan ceria... pasti bakal seneng banget deh.. :D

clara said...

bener bgt tuh, apalagi saat anak sudah mulai bawel2nya tanya ini itu, ga dijawab salah, dijawab kok pusing juga mau jawab apa. Aku sih intinya jujur ke anak, klo aku ga tau yah aku bilang ntar yah ibu cari tau dulu di buku.

sheila said...

iya, sebagai ortu juga harus tau bahaya2 yg akan terjadi bila anak makan makanan yg ga sehat. Di tv aja sampe diberitakan ttg bahayanya jajanan di sekolah, jd sebagai ortu kita juga harus hati2 dan awasin apa yg dimakan anak

snoopy said...

sebagai ibu emang harus kreatif, salah satunya yah cari tau dengan banyak membaca & sharing ya, agar kita tau mana yg baik buat anak & mana yg bahaya buat anak.

Rara said...

emang ya suka stuck jg jawab pertanyaan kritis anak2 sekarang. bener2 harus pinter dan jgn sampe salah jawab krn bisa salah arti nanti dianya..

Winnie said...

seneng ya bun, kalo anak2 pinter.. apalagi kalo sehat dan gak sakit2an.. jd ngarahinnya lebih cepet nangkepnya...

Maya said...

untung bgt loh ada forum2 semacam ini, jd lebih bs cari wawasan baru soal anak.. tapi harus hati2 kalo anak nanti udah pinter sm teknologi jg harus ttp diawasin ya bun... takut salah2 gaul..

prudence said...

ibu akan melakukan semua yang terbaik untuk anaknya, mau bagaimana pun caranya pasti yang diutamakan adalah sang buah hati.

Amarilis said...

anak adalah titipan Tuhan..jadi harus dirawat dengan sebaik2nya..kita harus menjaga kesehatannya dengan memberikan asupan gizi sesuai yg dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya agar optimal..tapi jangan sampai berlebih konsumsi gula karena bisa menyebabkan obesitas..

laura said...

seorang ibu diberikan tugas yang sangat mulia, selain merawat suami kita juga harus bisa merawat anak2 kita, memberikan mereka yang terbaik dari pola makanan, kesehatan, sampai dengan kebersihan.

Maylinda said...

ilmu yang harus dimiliki seorang ibu bukan hanya tentang agama dan ilmu yang dipelajari di sekolah..tapi juga ilmu tentang kesehatan anak..
kalau anak sehat,akan bisa berkembang dengan baik dan juga otaknya akan dapat menyerap pelajaran dengan lebih mudah..
biasakan memberi asupan 4 sehat 5 sempurna kepada anak,dan batasi konsumsi gula nya karena gula tambahan akan dapat membuat anak jadi beresiko obesitas

lia mauren said...

anak adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada kita..dan ga sembarangan juga Tuhan memberikannya kepada manusia. jika Ia sudah memberi maka Ia percaya bahwa kita mampu merawat dan membesarkannya. maka janganlah kita sia - siakan.

reny dorothi said...

apapun yang terjadi aku selalu mengutamakan anak..apalagi urusan makanan, selalu menjaga anak dan merawatnya dengan baik..selalu berikan anak makanan dengan asupan gizi yang mencukupi dan mengatur pola makan anak dengan teratur supaya anak juga selalu terjaga dan jauh dari obesitas.

Puspa said...

untuk menjaga kesehatan giginya dan untuk menjauhkan anakku dari bahaya obesitas, aku kasi anakku minum susu anmum essential..
yg gulanya 0 (nol)..
soalnya rata2 kegemukan itu karena kebiasaan konsumsi gula yang berlebih dari kebutuhan..